Price Tidak Sama dengan Profit: Hitung Semua Biaya Sebelum Menjual

Sebuah produk membutuhkan biaya 100 dan dijual seharga 120. Profit: 20. Sederhana, bukan? Hanya jika angka 100 sudah mencakup semua biaya yang diperlukan untuk membuat dan menjual produk.
Mulai dari direct production cost
Tambahkan semua bahan baku yang digunakan factory. Jika produk melewati beberapa tahap, bawa biaya aktual dari setiap tahap ke tahap berikutnya. Jangan menganggap input internal sebagai barang gratis.
Tambahkan biaya di sekitar produksi

Company juga menanggung payroll, transportasi, financing, idle time, serta biaya bangunan atau kapasitas yang tidak dimanfaatkan secara efisien. Tidak semua biaya harus dibebankan sepenuhnya pada satu unit, tetapi mengabaikan semuanya akan menciptakan margin palsu.
Gunakan complete margin check
Harga jual yang realistis.
Biaya material per unit.
Biaya produksi dan labour.
Tekanan pendanaan dan operasional lainnya.
Cadangan untuk stok yang tidak terjual atau perubahan harga.
Kurangi total biaya dari harga jual yang realistis. Setelah itu, ajukan pertanyaan kedua: seberapa cepat produk dapat terjual? Margin yang berubah menjadi cash secara konsisten bisa lebih baik daripada margin besar di atas kertas untuk stok yang tidak dibeli oleh siapa pun.
Harga tinggi bisa menyembunyikan profit lemah

Produk mahal sering membutuhkan input mahal, chain yang lebih panjang, atau modal yang lebih besar. Harga jualnya terlihat mengesankan, tetapi uang yang tersisa setelah satu siklus penuh bisa mengecewakan. Bandingkan produk berdasarkan hasil bersih dan waktu cash conversion, bukan label harga.
Hitung ulang saat market bergerak

Rencana yang profitable bisa berubah menjadi rugi ketika harga material naik atau harga jual turun. Tinjau angka sebelum setiap batch besar atau ekspansi.
Revenue menarik perhatian. Margin menjaga perusahaan tetap hidup.







Komentar