top of page
All Posts


Apa Fungsi Factory Sebenarnya?
Production di factory Tycoon Online membutuhkan timing, progress, dan kesabaran. Saya pikir factory hanya membuat barang. Lalu saya belajar tentang production points. Saya Pikir Factory Hanya Membuat Barang Awalnya, factory terlihat sederhana bagi saya. Bangun factory. Rekrut staff. Buat barang. Jual barang. Itu gambaran dasar yang ada di kepala saya. Dan sebenarnya, itu tidak sepenuhnya salah. Tapi Wiki membantu saya memahami apa yang sebenarnya terjadi di baliknya. Producti

Rahmah Devi Aninda
1 hari yang lalu2 menit membaca


Apa Fungsi Map?
Saya pikir ini hanya tempat untuk menaruh building. Ternyata, map adalah bagian dari strategi. Map bukan hanya tempat mencari land. Map juga bisa membantu pemain menyusun strategi yang lebih cerdas. Saya Pikir Map Hanya Spot Saat pertama kali membuka map di Tycoon Online, saya pikir fungsinya hanya untuk memilih lokasi. Pilih spot. Bangun di sana. Selesai. Tapi map bukan hanya dekorasi. Map mengontrol di mana company kamu benar-benar bisa berkembang. Hal ini menjadi lebih jel

Rahmah Devi Aninda
5 hari yang lalu2 menit membaca


Apa Fungsi Bank?
Saya mengunjungi bank karena butuh uang. Lalu saya sadar bahwa bank adalah pelajaran tentang cara bertahan hidup. Bank membantu Rex memulai, tetapi pinjaman tetap harus digunakan untuk tujuan yang jelas. Saya Mengunjungi Bank karena Butuh Uang Bank adalah salah satu fitur pertama yang membuat saya gugup. Karena begitu saya membutuhkannya, saya sudah merasa tertinggal. Cash saat start awalnya terlihat cukup. Lalu saya mendaftarkan company. Lalu saya melihat building costs. Lal

Rahmah Devi Aninda
6 hari yang lalu2 menit membaca


Apa Fungsi Staf Sebenarnya?
Saya pikir mereka hanya menambah biaya operasional. Ternyata, mereka yang membuat company-ku berjalan. Staf bukan hanya soal gaji. Mereka adalah bagian penting yang membuat company berjalan. Awalnya, Saya Hanya Melihat Tambahan Biaya Saat pertama kali merekrut Staff di Tycoon Online, saya memperhatikan satu hal: Mereka membutuhkan biaya. Itu cara berpikir saya sebagai beginner. Saya baru saja mendaftarkan company, cash sudah terasa ketat, lalu game masih meminta saya untuk me

Rahmah Devi Aninda
6 Jun2 menit membaca


Apa Fungsi dari Market?
Saya pikir menjual berarti langsung dapat uang. Tapi, market mengajarkan saya untuk lebih sabar. Menjual barang terlihat simpel, tetapi market tetap dipengaruhi oleh demand, competition, dan timing. Kupikir Menjual Barang di Market Bisa Instant Pertama kali saya melihat market, saya pikir saya sudah mengerti. Saya punya barang. Saya menjual barang. Saya mendapat uang. Simple. Tapi tentu saja, Tycoon Online punya pelajaran lain untuk saya. Menjual di market memang berguna, tet

Rahmah Devi Aninda
3 Jun2 menit membaca


Apa Fungsi Warehouse Sebenarnya?
Awalnya terlihat seperti hanya tempat penyimpanan. Lalu saya sadar bahwa ini bisa jadi peringatan. Warehouse yang penuh bisa diam-diam menghentikan flow, jadi mengeceknya ternyata jauh lebih penting. Kupikin ini Hanya Storage Awalnya, saya memperlakukan Warehouse seperti halaman yang membosankan. Hanya storage. Hanya tempat barang disimpan. Hanya sesuatu yang saya cek saat ingin tahu berapa banyak item yang saya punya. Tapi setelah bermain lebih lama, saya mulai menyadari bah

Rahmah Devi Aninda
2 Jun2 menit membaca


Apa Fungsi Office di Tycoon Online?
Saya pikir ini hanya bangunan biasa. Ternyata bukan. Awalnya Office terlihat membingungkan, tapi bangunan ini punya peran sendiri di company. Awalnya, Kupikir Office Seperti Bangunan Lain Saat pertama kali melihat Office di Tycoon Online, saya jujur mengira bangunan ini bekerja hampir sama seperti Factory atau Shop. Factory membuat barang. Shop menjual barang. Jadi, mungkin Office juga melakukan sesuatu dengan barang-barang itu? Ternyata tidak. Itu adalah kesalahpahaman perta

Rahmah Devi Aninda
1 Jun2 menit membaca


Day 35: Ketika Rencana Awalku Mulai Terlihat Terlalu Kecil
Day 35 jadi checkpoint-ku untuk berhenti autopilot dan mengecek rencana untuk setengah round berikutnya. Di awal round, aku hanya ingin bertahan. Aku ingin company-ku terdaftar. Aku ingin factory pertamaku berjalan. Aku ingin punya cukup cash untuk staff. Aku ingin menghindari rasa stuck. Rencana awal itu berguna. Rencana itu membantuku start. Tapi pada pertengahan round, aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Rencana yang dulu membantuku bertahan ternyata tidak lagi cukup

Rahmah Devi Aninda
26 Mei3 menit membaca


Ketika Company Rank-ku Stuck, Aku Mulai Melihat Shares
Company-ku masih berjalan, tapi progress C-rank mulai terasa melambat. Ada satu titik dalam round ketika company-ku masih berjalan, tapi progress-ku lebih lambat. Aku masih memproduksi. Aku masih menjual. Aku masih mengecek harga. Aku masih mencoba untuk expand dengan hati-hati. Tapi rank-ku tidak terasa naik secepat sebelumnya. Rasanya cukup membuat frustrasi. Awalnya, aku pikir jawabannya sederhana: Membangun lebih banyak. Tapi kemudian aku mulai melihat sesuatu yang sebelu

Rahmah Devi Aninda
23 Mei3 menit membaca


Chain Kompleks: Terlihat Mudah, Ternyata Supplay-nya Susah
Kompleks chain terlihat menarik di awal, tapi hasil akhir bukan satu-satunya hal yang harus dilihat. Pada satu titik, produksi sederhana mulai terasa terlalu sederhana. Aku sudah belajar basic-nya. Membangun factory. Memproduksi barang. Menjualnya. Mencoba tidak cepat kehabisan uang. Jadi, wajar kalau aku mulai melirik produk yang lebih advanced. Produk seperti itu terlihat lebih menarik. Lebih serius. Lebih profitable. Lebih terasa seperti sesuatu yang dibuat oleh “real tyco

Rahmah Devi Aninda
21 Mei3 menit membaca


Bangunan yang Sempat Kulewatkan Sampai Melihat Boost 60%
Boost efficiency 60% membuatku berhenti sebentar dan mulai memikirkan pentingnya support office. Saat aku masih berpikir seperti beginner, aku paling peduli pada factory. Factory membuat barang. Barang menghasilkan uang. Uang membantuku membangun banyak hal. Jadi di pikiranku, factory adalah progress yang “paling nyata”. Shop juga masuk akal bagiku karena bisa menjual produk dengan harga di atas market value. Tapi office? Jujur, aku tidak terlalu memperhatikannya. Kelihatanny

Rahmah Devi Aninda
20 Mei3 menit membaca


Ketika Barangku Mulai Tersendat
Barang yang berhenti di tempat yang salah bisa memperlambat seluruh bisnis, meskipun produksi masih berjalan. Awalnya, aku pikir masalah terbesarku adalah produksi. Kalau factory-ku berjalan, aku merasa semuanya baik-baik saja. Barang sedang diproduksi. Warehouse mulai terisi. Company-ku terlihat lebih aktif daripada sebelumnya. Jadi aku pikir, oke, ini progress. Tapi kemudian aku mulai melihat sesuatu yang aneh. Barang-ku tidak selalu berubah menjadi uang semulus yang aku ha

Rahmah Devi Aninda
19 Mei3 menit membaca


Tunggu… Kenapa Harganya Berubah?
Day 4 adalah saat fase pembuka yang tenang selesai dan harga di Tycoon Online mulai bergerak. Di awal round baru Tycoon Online, aku merasa sibuk, tapi belum benar-benar panik. Aku harus register company, memikirkan factory pertama, mengambil pinjaman, hire workers, dan mencoba supaya cash tidak habis terlalu cepat. Tapi ada satu hal yang terasa tenang: Harga. Selama beberapa hari pertama, aku mengecek market, dan angka-angkanya terlihat stabil. Kalau wheat terlihat oke, aku p

Rahmah Devi Aninda
15 Mei3 menit membaca


Apa Yang Diajarkan Day 1 di Round Ini
Day 1 bukan lagi soal membuktikan rencana sempurna, tapi belajar cara memulai round dengan lebih baik. Day 1 mengajarkanku lebih banyak Kurasa dulu aku selalu melihat Day 1 sebagai sesuatu yang cuma harus kulewati. Lewati opening-nya. Usahakan jangan sampai terlalu banyak salah. Berharap besok round ini masih bisa diselamatkan. Kurang lebih seperti itu pola pikirku. Tapi kali ini, Day 1 terasa sedikit berbeda. Day 1 terasa berbeda saat setup terlihat lebih stabil, lebih rapi

Rahmah Devi Aninda
14 Mei6 menit membaca


Day 1: Berhasil Menghentikan Kesalahan Yang Sama
Day 1 yang lebih baik bisa dimulai dengan menolak kesalahan yang sama sebelum terjadi lagi. Aku paham perasaan ini Ada satu perasaan yang sangat khas yang selalu muncul di Day 1 saat round baru dimulai. Biasanya perasaan itu datang setelah aku melewati bagian yang “aman”. Aku sudah mendaftarkan company. Aku sudah memikirkan opening-ku. Aku sudah mengambil langkah pertamaku.Dan untuk beberapa saat, semuanya terasa baik-baik saja. Lalu sesuatu berubah. Aku mulai gelisah. Aku me

Rahmah Devi Aninda
12 Mei5 menit membaca


Di Titik Ini, Rencana Round Baruku Mulai Nyata
Sebelum membangun apa pun, rencana selalu terasa mudah Sebelum membangun apa pun, aku meluangkan waktu untuk berpikir agar tidak mengulang opening yang berantakan. Jujur, sebelum aku membangun factory pertamaku, semuanya masih terasa sangat jelas di kepalaku. Rencananya sederhana. Opening-nya terasa seperti sesuatu yang bisa kukendalikan. Aku berjanji pada diriku sendiri kalau kali ini aku akan lebih tenang, membuat keputusan yang lebih masuk akal, dan tidak memulai dengan ca

Rahmah Devi Aninda
6 Mei5 menit membaca


Keputusan Pertamaku Di Round Ini Terasa Lebih Penting Dari Biasanya
Bukan keputusan besar… sampai terasa berat. Kedengarannya kecil sampai round benar-benar dimulai Sebelum round dimulai, keputusan pertama tidak pernah terdengar terlalu dramatis. Cuma satu pilihan, kan? Ambil pinjaman sekarang atau tunggu dulu. Bangun ini dulu atau bangun yang itu dulu. Main aman atau coba bergerak lebih cepat. Saat kupikirkan sebelum round dibuka, semuanya terasa masih bisa diatur. Aku bilang ke diriku sendiri bahwa nanti aku tinggal lihat pilihannya, ambil

Rahmah Devi Aninda
22 Apr4 menit membaca


5 Menit Pertama Langsung Mengubah Mood-Ku
Baru lima menit… semuanya berubah. Awalnya penuh semangat Saat round baru dimulai, perasaan biasanya bersemangat. Semuanya terasa fresh. Bersih. Penuh kemungkinan. Aku selalu membayangkan ini adalah momen ketika aku akhirnya terlihat lebih siap dibandingkan sebelumnya. Aku bilang ke diri sendiri kalau kali ini aku akan tetap tenang, membuat keputusan yang lebih pintar, dan memulai dengan lebih rapi. Selama beberapa detik, versi diriku itu terasa benar-benar nyata. Lalu round-

Rahmah Devi Aninda
20 Apr4 menit membaca


Malam Sebelum Round Baru
Malam ini, percaya diri terasa mudah. Besok berbeda. Malam sebelumnya selalu terasa lebih besar Ada sesuatu pada malam sebelum round baru yang selalu terasa lebih besar daripada seharusnya. Belum ada apa-apa yang terjadi, tapi entah kenapa kepalaku sudah penuh dengan rencana. Aku mulai memikirkan apa yang mau kubangun lebih dulu, apa yang sebaiknya kuhindari, dan apakah ini akhirnya akan jadi round di mana aku terlihat sedikit kurang seperti beginner yang bingung, dan sedikit

Rahmah Devi Aninda
18 Apr4 menit membaca


Bukan Factories Yang Gagal, Tapi Supply Yang Buruk
Membangun factory bukan berarti bisa menjalankannya Dulu aku pikir punya factory itu sederhana. Kamu beli. Kamu merekrut staf. Kamu tunggu. Kamu menghasilkan produk. Itu terasa benar waktu aku masih mulai dari factory bahan baku. Cotton Field atau Wheat Field terasa tenang, stabil, dan mudah dipahami. Mereka tinggal jalan saja. Tapi begitu aku mulai melihat factory yang lebih lanjut, aku sadar satu hal penting: Bagian yang sulit itu bukan gedungnya. Bagian yang sulit adalah m

Rahmah Devi Aninda
15 Apr3 menit membaca
bottom of page


